solat,solat
dating animated,animated picture,animated picture dating,wake up dating animated

Jumat, 04 September 2020

Cara menghapal al Qr'an

Segala puji Bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad r. Dalam tulisan ini akan kami kemukakan cara termudah untuk menghafalkan al quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran. Teori ini sangat mudah untuk di praktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafalnya. Disini akan kami bawakan contoh praktis dalam mempraktekannya:
Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan surat an-nisa, maka anda bisa mengikuti teori berikut ini:
1-    Bacalah ayat pertama 20 kali:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا {1}
2-    Bacalah ayat kedua 20 kali:
وَءَاتُوا الْيَتَامَى أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ وَلاَتَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَى أَمْوَالِكُمْ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا {2}
3-    Bacalah ayat ketiga 20 kali:
وَإِنْ خِفْتُمْ أّلاَّتُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانكِحُوا مَاطَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَامَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّتَعُولُوا {3}
4-    Bacalah ayat keempat 20 kali:
وَءَاتُوا النِّسَآءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍ مِّنْهُ نَفَسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا {4}
5-    Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya sebanyak 20 kali.
6-    Bacalah ayat kelima 20 kali:
وَلاَتُؤْتُوا السُّفَهَآءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {5}
7-    Bacalah ayat keenam 20 kali:
وَابْتَلُوا الْيَتَامَى حَتَّى إِذَابَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ ءَانَسْتُم مِّنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَأْكُلُوهَآ إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَن يَكْبَرُوا وَمَن كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ وَمَن كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهَدُوا عَلَيْهِمْ وَكَفَى بِاللهِ حَسِيبًا {6}
8-    Bacalah ayat ketujuh 20 kali:
لِّلرِّجَالِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا {7}
9-    Bacalah ayat  kedelapan 20 kali:
وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُوْلُوا الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ فَارْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {8}
10-           Kemudian membaca  ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 20 kali.
11-           Bacalah ayat  ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.
          Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi anda untuk mengulang dan menjaganya.
- BAGAIMANA CARA MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA?
Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.
- BAGIMANA CARA MENGGABUNG ANTARA MENGULANG (MURAJA'AH) DAN MENAMBAH HAFALAN BARU?
Jangan sekali-kali anda menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika anda menghafal al quran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa menyelesaikan semua al quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal niscaya hal itu akan terasa berat sekali, karena secara tidak disadari anda akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal dari nol, oleh karena itu cara yang paling baik dalam meghafal al quran adalah dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Anda bisa membagi seluruh mushaf menjadi tiga bagian, setiap 10 juz menjadi satu bagian, jika anda dalam sehari menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga anda dapat menyelesaikan sepuluh juz, jika anda telah menyelesaikan sepuluh juz maka berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan cara setiap hari anda mengulang sebanyak delapan halaman.
Setelah satu bulan anda mengulang hafalan, anda mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga anda bisa menyelesaikan 20 juz, jika anda telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulang, setiap hari anda harus mengulang 8 halaman, jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah enghafal kembali setiap harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan dan setiap harinya mengulang apa yang telah dihafal sebanyak 8 lembar, hingga anda bisa menyelesaikan seluruh al-qur an.
          Jika anda telah menyelesaikan 30 juz, ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan setiap harinya setengah juz, kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya juga setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama, kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiapharinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.
- BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH DIATAS?
Mulailah mengulang al-qur an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari, dengan demikian maka anda akan bisa mengkhatamkan al-Quran  setiap dua minggu sekali.
Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insya Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal al qur an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun.
- APA YANG DILAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL QUR AN SELAMA SATU TAHUN?
Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun,  jadikanlah al qur an sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi r semasa hidupnya, beliau membagi al qur an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan al-quran setiap 7 hari sekali.
Aus bin Huzaifah rahimahullah; aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi al qur an untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawab: "kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat,  dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam ( al Qur an)". (HR. Ahmad).
Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:
-         Hari pertama: membaca surat "al fatihah" hingga akhir surat "an-nisa",
-         Hari kedua: dari surat "al maidah" hingga akhir surat "at-taubah",
-         Hari ketiga: dari surat "yunus" hingga akhir surat "an-nahl",
-         Hari keempat: dari surat "al isra" hingga akhir surat "al furqan",
-         Hari kelima: dari surat "asy syu'ara" hingga akhir surat "yaasin",
-         Hari keenam: dari surat "ash-shafat" hingga akhir surat "al hujurat",
-         Hari ketujuh: dari surat "qaaf" hingga akhir surat "an-naas".
Para ulama menyingkat wirid nabi dengan al-Qur an menjadi kata: " Fami bisyauqin ( فمي بشوق ) ", dari masing-masing huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya maka:
-         huruf "fa" symbol dari surat "al fatihah", sebagai awal wirid beliau hari pertama,
-         huruf "mim" symbol dari surat "al maidah", sebagai awal wirid beliau hari kedua,
-         huruf "ya" symbol dari surat "yunus", sebagai wirid beliau hari ketiga,
-         huruf "ba" symbol dari surat "bani israil (nama lain dari surat al isra)", sebagai wirid beliau hari keempat,
-         huruf "syin" symbol dari surat "asy syu'ara", sebagai awal wirid beliau hari kelima,
-         huruf "wau" symbol dari surat "wa shafaat", sebagai awal wirid beliau hari keenam,
-         huruf "qaaf" symbol dari surat "qaaf", sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat "an-nas".
Adapun pembagian hizib yang ada pada al-qur an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.
- BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (MIRIP) DALAM AL-QUR AN?
Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan  cara membuka mushaf lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara keduanya, kemudian buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan murajaah hafalan perhatikan perbedaan tersebut dan ulangilah secara terus menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin).
- KAIDAH DAN KETENTUAN MENGHAFAL:
1-    Anda harus menghafal melalui seorang guru atau syekh yang bisa membenarkan bacaan anda jika salah.
2-    Hafalkanlah setiap hari sebanyak 2 halaman, 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib, dengan cara ini insya Allah anda akan bisa menghafal al-qur an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun, akan tetapi jika anda memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka anda akan sulit untuk menjaga dan memantapkannya, sehingga hafalan anda akan menjadi lemah dan banyak yang dilupakan.
3-    Hafalkanlah mulai dari surat an-nas hingga surat al baqarah (membalik urutan al Qur an), karena hal itu lebih mudah.
4-    Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf tertentu baik dalam cetakan maupun bentuknya, hal itu agar lebih mudah untuk menguatkan hafalan dan agar lebih mudah mengingat setiap ayatnya serta permulaan dan akhir setiap halamannya.
5-     Setiap yang menghafalkan al-quran pada 2 tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini disebut masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan), maka jangan bersedih karena sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan masa cobaan bagi para penghafal al-qur an, dan ini adalah masa yang rentan dan bisa menjadi pintu syetan untuk menggoda dan berusaha untuk menghentikan dari menghafal, maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karena meghafal al-quran merupakan harta yang  sangat berharga dan tidak tidak diberikan kecuali kepada orag yang dikaruniai Allah swt, akhirnya kita memohon kepada-Nya agar termasuk menjadi hamba-hamba-Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan mengamalkan kitabNya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana ini. Amin ya rabal 'alamin.

Selasa, 07 September 2010

كتب: القدس قضية كل مسلم

مقدمة

موقع القرضاوي/5-1-2009
جاء في مقدمة هذا الكتاب لفضيلة العلامة الشيخ يوسف القرضاوي:

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله وكفى، وسلام على رسله الذين اصطفى، وعلى خاتمهم المجتبى، محمد وآله وصحبه أئمة الهدى، ومصابيح الدجى، ومن بهم اقتدى فاهتدى… (أما بعد)
فهذه هي الرسالة العاشرة من (رسائل ترشيد الصحوة) وهي تتحدث عن قضية في غاية الأهمية والخطورة علينا نحن العرب والمسلمين، حيثما كنا في أرض الله.
فالقدس في مهب الريح، في مواجهة الخطر الداهم، الخطر الصهيوني الذي بيت أمره، وحدد هدفه، وأحكم خطته، لابتلاع القدس، وتهويدها، وسلخها من جلدها العربي والإسلامي، وقد أعلن قراره ولم يخفه، وتحدى وتصدى وتعدى، ولم يجد من أمة الإسلام –على امتدادها واتساعها- من يصده ويرده، وقديما قالوا في الأمثال: قيل لفرعون: ما فرعنك؟ قال: لم أجد من يردني!
إننا في هذه الصحائف نريد أن ننبه الغافلين، أن نوقظ النائمين، أن نذكر الناسين، أن نشجع الخائفين، أن نثبت المترددين، أن نكشف الخائنين، أن نشد على أيدي المجاهدين، الذين رفضوا الاستسلام، وتحرروا من الوهن، وصمموا على أن يعيشوا أعزاء، أو يموتوا شهداء.
إن القدس ليست للفلسطينيين وحدهم، وإن كانوا أولى الناس بها، وليست للعرب وحدهم، وإن كانوا أحق الأمة بالدفاع عنها، وإنما هي لكل مسلم أيًا كان موقعه في مشرق الأرض أو مغربها، في شمالها أو جنوبها، حاكما كان أو محكوما، متعلما أو أميا، غنيا أو فقيرا، رجلا أو امرأة، كل على قدر مكنته واستطاعته.

فيا أمة الإسلام، هبوا، فقد جد الجد، ودقت ساعة الخطر، القدس، القدس، الأقصى، الأقصى.
{وقل: اعملوا فسيرى الله عملكم ورسوله والمؤمنون، وستردون إلى عالم الغيب والشهادة فينبئكم بما كنتم تعملون}


                                                   
                                                  يوسف القرضاوي
                                        الدوحة في
                                                  ذي الحجة 1418هـ
                                                       إبريل 1998م
 

Sabtu, 04 September 2010

Maslah Dalam Islam







MUQADDIMAH
PENDAHULUAN
 
BAB PERTAMA. POKOK-POKOK AJARAN ISLAM TENTANG HALAL DAN HARAM
1.1 Asal Tiap-Tiap Sesuatu Adalah Mubah
1.2 Menentukan Halal Haram Semata-mata Hak Allah
1.3 Mengharamkan yang Halal dan Menghalalkan yang Haram Sama dengan Syirik
1.4 Mengharamkan yang Halal akan Berakibat Timbulnya Kejahatan dan Bahaya
1.5 Setiap yang Halal Tidak Memerlukan yang Haram
1.6 Apa Saja yang Membawa Kepada Haram adalah Haram
1.7 Bersiasat Terhadap Hal yang Haram, Hukumnya adalah Haram
1.8 Niat Baik Tidak Dapat Melepaskan yang Haram
1.9 Menjauhkan Diri dari Syubhat Karena Takut Terlibat dalam Haram
1.10 Sesuatu yang Haram Berlaku Untuk Semua Orang
1.11 Keadaan Terpaksa Membolehkan yang Terlarang
Catatan Kaki
 
BAB KEDUA. MAKANAN, PAKAIAN DAN RUMAH
2.1 Makanan dan Minuman
2.1.1 Menyembelih dan Makan Binatang dalam Pandangan Agama Hindu
2.1.2 Binatang yang Diharamkan dalam Pandangan Yahudi dan Nasrani
2.1.3 Menurut Pandangan Orang Arab Jahiliah
2.1.4 Islam Menghalalkan yang Baik
2.1.5 Diharamkan Bangkai dan Hikmahnya
2.1.6 Haramnya Darah yang Mengalir
2.1.7 Daging Babi
2.1.8 Binatang yang Disembelih Bukan Karena Allah
2.1.9 Macam-Macam Bangkai
2.1.10 Hikmah Diharamkannya Macam-Macam Binatang di Atas
2.1.11 Binatang yang Disembelih untuk Berhala
2.1.12 Ikan dan Belalang Dapat Dikecualikan dari Bangkai
2.1.13 Memanfaatkan Kulit Tulang dan Rambut Bangkai
2.1.14 Keadaan Darurat dan Pengecualiannya
2.1.15 Daruratnya Berobat
2.1.16 Perseorangan Tidak Boleh Dianggap Darurat Kalau Dia Berada Dalam Masyarakat yang di Situ Ada Sesuatu yang Dapat Mengatasi Keterpaksaannya Itu
2.1.17 Penyembelihan Menurut Syara'
2.1.17.1 Binatang Laut Semua Halal
2.1.17.2 Menyembelih Sebagai Syarat Halalnya Binatang
2.1.17.3 Syarat-Syarat Penyembelihan Menurut Syara'
2.1.17.4 Rahasia Penyembelihan dan Hikmahnya
2.1.17.5 Hikmah Menyebut Asma' Allah Waktu Menyembelih
2.1.17.6 Sembelihan Ahli Kitab
2.1.18 Berburu
2.1.18.1 Syarat yang Berlaku Untuk Pemburu
2.1.18.2 Syarat yang Berkenaan dengan Binatang yang Diburu
2.1.18.3 Alat yang Dipakai Untuk Berburu
2.1.19 Khamar (Arak)
2.1.19.1 Setiap yang Memabukkan Berarti Arak
2.1.19.2 Minum Sedikit
2.1.19.3 Memperdagangkan Arak
2.1.19.4 Seorang Muslim Tidak Boleh Menghadiahkan Arak
2.1.19.5 Tinggalkan Tempat Persidangan Arak
2.1.19.6 Khamar Adalah Penyakit Bukan Obat
2.1.20 Narkotik
2.1.20.1 Setiap yang Berbahaya Dimakan atau Diminum, Tetap Haram
2.2 Pakaian dan Perhiasan
2.2.1 Islam Agama Bersih dan Cantik
2.2.2 Emas dan Sutera Asli Haram Untuk Orang Laki-Laki
2.2.3 Hikmah Diharamkannya Emas dan Sutera Terhadap Laki-Laki
2.2.4 Hikmah Dibolehkannya Untuk Wanita
2.2.5 Pakaian Wanita Islam
2.2.6 Laki-Laki Menyerupai Perempuan dan Perempuan Menyerupai Laki-Laki
2.2.7 Pakaian Untuk Berfoya-Foya dan Kesombongan
2.2.8 Berlebih-Lebihan Dalam Berhias dengan Mengubah Ciptaan Allah
2.2.9 Tatoo, Kikir Gigi dan Operasi Kecantikan Hukumnya Haram
2.2.10 Menipiskan Alis
2.2.11 Menyambung Rambut
2.2.12 Semir Rambut
2.2.13 Memelihara Jenggot
2.3 Dalam Rumah
2.3.1 Lambang-Lambang Kemewahan dan Kemusyrikan
2.3.2 Bejana Emas dan Perak
2.3.3 Islam Mengharamkan Patung
2.3.4 Hikmah Diharamkannya Patung
2.3.5 Bimbingan Islam dalam Mengabadikan Orang Besar
2.3.6 Rukhsah dalam Permainan Anak-Anak
2.3.7 Patung yang Tidak Sempurna dan Cacat
2.3.8 Lukisan dan Ukiran
2.3.9 Gambar yang Terhina Adalah Halal
2.3.10 Photografi
2.3.11 Subjek Gambar
2.3.12 Kesimpulan Hukum Gambar dan yang Menggambar
2.3.13 Memelihara Anjing Tanpa Ada Keperluan
2.3.14 Memelihara Anjing Pemburu dan Penjaga, Hukumnya Mubah
2.3.15 Pengetahuan Ilmu Modern Tentang Memelihara Anjing
2.4 Bekerja dan Usaha
2.4.1 Diamnya Orang yang Mampu Bekerja adalah Haram
2.4.2 Bilakah Minta-Minta Itu Diperkenankan?
2.4.3 Jaga Harga Diri dengan Bekerja
2.4.4 Bekerja dengan Jalan Bercocok-Tanam
2.4.5 Bercocok-Tanam yang Diharamkan
2.4.6 Perusahaan dan Mata-Pencaharian
2.4.7 Beberapa Usaha dan Mata-Pencaharian yang Diberantas oleh Islam
2.4.7.1 Melacur
2.4.7.2 Tarian dan Seni Tubuh
2.4.7.3 Perusahaan Melukis, Membuat Salib dan Sebagainya
2.4.7.4 Perusahaan Minuman Keras dan Narkotik
2.4.8 Bekerja dengan Jalan Berdagang
2.4.9 Pendirian Gereja Tentang Masalah Dagang
2.4.10 Perdagangan yang Dilarang
2.4.11 Bekerja Sebagai Pegawai
2.4.12 Kepegawaian yang Diharamkan
2.4.13 Pedoman Secara Umum Tentang Bekerja
Catatan Kaki
 

BAB KETIGA. GHARIZAH, PERNIKAHAN DAN KELUARGA





3.1 Lapangan Gharizah
3.1.1 Jangan Dekat-dekat pada Zina
3.1.2 Pergaulan Bebas adalah Haram
3.1.3 Melihat Jenis Lain dengan Bersyahwat
3.1.4 Haram Melihat Aurat
3.1.4.1 Batas dibolehkannya Melihat Aurat Laki-Laki atau Perempuan
3.1.4.2 Perhiasan Perempuan yang Boleh Tampak dan yang Tidak Boleh
3.1.4.3 Aurat Perempuan
3.1.5 Perempuan Masuk Pemandian
3.1.6 Menampak-nampakkan Perhiasan adalah Haram
3.1.7 Beberapa Hal yang Dapat Mengeluarkan Perempuan dari Batas Tabarruj
3.1.8 Isteri yang Melayani Tamu-Tamu Suaminya
3.1.9 Hubungan Kelamin yang Tidak Normal adalah Berdosa Besar
3.1.10 Hukumnya Onani (Masturbatio)
3.2 Perkawinan
3.2.1 Tidak Ada Pembujangan Dalam Islam
3.2.2 Melihat Tunangan
3.2.3 Pinangan yang Diharamkan
3.2.4 Perawan Harus Diminta Izin dan Jangan Dipaksa
3.2.5 Perempuan yang Haram Dikawin
3.2.5.1 Perempuan yang Haram Dikawin Karena Ada Hubungan Susuan
3.2.5.2 Perempuan yang Haram Dikawin Karena Ada Hubungan Kekeluargaan Berhubungan dengan Perkawinan
3.2.5.3 Memadu Antara Dua Saudara
3.2.5.4 Perempuan-Perempuan yang Bersuami
3.2.5.5 Perempuan-Perempuan Musyrik
3.2.6 Kawin dengan Perempuan Ahli Kitab
3.2.7 Perempuan Muslimah Kawin dengan Laki-Laki Lain
3.2.8 Perempuan Zina
3.2.9 Kawin Mut'ah
3.2.10 Poligami
3.2.10.1 Adil Adalah Syarat Dibolehkan Poligami
3.2.10.2 Hikmah Dibolehkannya Poligami
3.2.11 Hubungan Suami-Isteri
3.2.12 Jalinan Perasaan Antara Suami-Isteri
3.2.13 Jangan Bersetubuh di Dubur
3.2.14 Menjaga Rahasia Isteri
3.2.15 Keluarga Berencana
3.2.15.1 Alasan yang Mendorong Keluarga Berencana
3.2.16 Pengguguran (Aborsi)
3.2.17 Hak dan Kewajiban dalam Pergaulan Antara Suami-Isteri
3.2.18 Suami-Isteri Harus Sabar
3.2.19 Ketika Nusyuz dan Bersengketa
3.2.20 Cerai
3.2.20.1 Talaq Sebelum Islam
3.2.20.2 Talaq dalam Pandangan Agama Yahudi
3.2.20.3 Talaq dalam Pandangan Agama Kristen
3.2.20.4 Pertentangan Sekte Kristen dalam Persoalan Talaq
3.2.20.5 Effek Pengekangan Agama Kristen dalam Persoalan Talaq
3.2.20.6 Penolakan Farid Dalam Persoalan Ini
3.2.20.7 Agama Kristen Hanya Obat Sementara, Bukan Syariat yang Universal
3.2.20.8 Islam Membatasi Persoalan Talaq
3.2.20.9 Mencerai Perempuan Waktu Datang Bulan
3.2.20.10 Bersumpah Untuk Mencerai Hukumnya Haram
3.2.20.11 Perempuan yang Dicerai Tetap Tinggal di Rumah Suami Selama dalam Iddah
3.2.20.12 Talaq Harus Dijatuhkan Bertahap
3.2.20.13 Kembali dengan Baik atau Melepas dengan Baik
3.2.20.14 Tidak Boleh Menghalang-Halangi Perempuan yang Dicerai, Untuk Kawin dengan Laki-Laki Lain
3.2.21 Hak Isteri yang Tidak Suka
3.2.22 Menyusahkan Isteri Hukumnya Haram
3.2.23 Bersumpah Untuk Menjauhi Isteri, Hukumnya Haram
3.3 Hubungan Antara Orang Tua Dan Anak
3.3.1 Islam Memelihara Nasab
3.3.2 Ayah Tidak Boleh Mengingkari Nasab Anaknya
3.3.3 Mengambil Anak Angkat Hukumnya Haram dalam Islam
3.3.3.1 Bagaimana Pandangan Islam Terhadap Peraturan Jahiliah Ini?
3.3.3.2 Lembaga Anak Angkat Dihapus dengan praktek, Setelah Dihapusnya dengan Perkataan
3.3.3.3 Mengangkat Anak dengan Arti Mendidik dan Memelihara
3.3.4 Pencangkokan Sperma (Bayi Tabung)
3.3.5 Menisbatkan Anak Kepada Selain Ayahnya Sendiri Menyebabkan Laknat
3.3.6 Jangan Membunuh Anak
3.3.7 Persamaan dalam Pemberian Kepada Anak-anak
3.3.8 Menegakkan Hukum Waris dalam Batas Ketentuan Allah
3.3.9 Durhaka Kepada Dua Orang Tua, Dosa Besar
3.3.9.1 Membuat Gara-Gara yang Menyebabkan Dicacinya Dua Orang Tua, Termasuk Dosa Besar
3.3.9.2 Pergi ke Medan Jihad Tanpa Izin Orang Tua, Tidak Boleh
3.3.9.3 Dua Orang Tua yang Musyrik
Catatan Kaki
 

BAB KEEMPAT. KEPERCAYAAN DAN TRADISI, MU'AMALAH, HIBURAN, KEMASYARAKATAN, ANTAR-UMAT





4.1 Masalah Kepercayaan dan Tradisi
4.1.1 Nilai Sunnatullah dalam Alam Semesta
4.1.2 Memberantas Ramalan dan Khurafat
4.1.3 Percaya Kepada Tukang Tenung, Kufur
4.1.4 Mengadu Nasib dengan Azlam
4.1.5 Sihir
4.1.6 Bertangkal
4.1.7 Tathayyur (Merasa Sial)
4.1.8 Memerangi Tradisi Jahiliah
4.1.9 Tidak Ada Ashabiyah dalam Islam
4.1.10 Tidak Boleh Ada Pertentangan Lantaran Nasab dan Warna Kulit
4.1.11 Meratapi Orang yang Sudah Mati
4.2 Bagian Mu'amalah (Hubungan Pekerjaan)
4.2.1 Menjual Sesuatu yang Haram, Hukumnya Haram
4.2.2 Menjual Barang yang Masih Samar, Terlarang
4.2.3 Mempermainkan Harga
4.2.4 Penimbun Dilaknat
4.2.5 Mencampuri Kebebasan Pasar dengan Memalsu
4.2.6 Makelar Itu Sendiri Hukumnya Halal
4.2.7 Perkosaan dan Penipuan, Hukumnya Haram
4.2.8 Siapa yang Menipu, Bukan dari Golongan Kami
4.2.9 Banyak Sumpah
4.2.10 Mengurangi Takaran dan Timbangan
4.2.11 Membeli Barang Rampokan dan Curian sama dengan Perampas dan Pencuri
4.2.12 Riba adalah Haram
4.2.12.1 Hikmah Diharamkannya Riba
4.2.12.2 Pemberi Riba dan Penulisnya
4.2.12.3 Rasulullah Selalu Minta Perlindungan pada Allah dari Berhutang
4.2.12.4 Menjual Kredit dengan Menaikkan Harga
4.2.12.5 Salam
4.2.13 Kerjasama dalam Suatu Pekerjaan dan Tentang Masalah Kapital
4.2.14 Syirkah antara Pemilik-Pemilik Modal
4.2.15 Asuransi
4.2.15.1 Apakah Asuransi dapat Digolongkan Yayasan Dana Bantuan
4.2.15.2 Sesuaikan dengan Islam
4.2.15.3 Asuransi Menurut Aturan Islam
4.2.16 Memanfaatkan Tanah Pertanian
4.2.16.1 Cara Pemanfaatannya
4.2.16.2 Muzara'ah yang Tidak Dibenarkan
4.2.16.3 Qias yang dapat Menetapkan Dilarangnya Menyewakan dengan Uang
4.2.17 Syirkah dalam Memelihara Binatang
4.3 Tentang Hiburan
4.3.1 Sekedarnya Saja
4.3.2 Rasulullah s.a.w. adalah Manusia
4.3.3 Hati Itu Bisa Bosan
4.3.4 Macam-Macam Hiburan yang Halal
4.3.4.1 Perlombaan Lari Cepat
4.3.4.2 Gulat
4.3.4.3 Memanah
4.3.4.4 Main Anggar
4.3.4.5 Menunggang Kuda (Berpacu Kuda)
4.3.4.6 Berburu
4.3.4.7 Main Dadu
4.3.4.8 Main Catur
4.3.4.9 Menyanyi dan Muzik
4.3.5 Judi adalah Kawan Arak
4.3.6 Undian, Salah Satu Macam Judi
4.3.7 Nonton Film
4.4 Hubungan Masyarakat
4.4.1 Tidak Halal Seorang Muslim Menjauhi Kawannya
4.4.2 Mendamaikan Persengketaan
4.4.2.1 Jangan Ada Suatu Golongan Memperolokkan Golongan Lain
4.4.2.2 Jangan Mencela Diri-Diri Kamu
4.4.2.3 Jangan Memberi Gelar dengan Gelar-Gelar yang Tidak Baik
4.4.2.4 Su'uzh-Zhan (Berburuk Sangka)
4.4.2.5 Tajassus (Memata-matai)
4.4.2.6 Ghibah (Mengumpat)
4.4.2.6.1.1 Karena suatu kepentingan
4.4.2.6.1.2 Karena suatu niat
4.4.2.7 Mengadu Domba
4.4.2.8 Melindungi Harga Diri
4.4.2.9 Kehormatan Darah
4.4.2.9.1 Pembunuh dan yang Terbunuh, Kedua-duanya di Neraka
4.4.2.9.2 Dilindunginya Darah Kafir 'Ahdi dan Dzimmi
4.4.2.9.3 Bilakah Kehormatan Darah Itu Gugur?
4.4.2.9.4 Bunuh Diri
4.4.2.10 Melindungi Harta Benda
4.4.2.10.1 Menyuap, Hukumnya Haram
4.5 Hubungan antara Ummat Islam dengan Ghairul Islam
4.5.1 Tinjauan Khusus untuk Ahli Kitab
4.5.2 Ahludz Dzimmah (Orang Kafir yang Berada di Wilayah Pemerintahan Islam)
4.5.3 Bersahabat dengan Golongan Ghairul Islam dan Penganutnya
4.5.4 Orang Islam Minta Batuan Kepada Ghairul Islam
4.5.5 Islam Membawa Rahmat untuk Segenap Ummat Manusia Sampai kepada Binatang
Catatan Kaki
 

PENUTUP





Catatan Kaki